LAPORAN HASIL STUDI BANDING DI KABUPATEN MAGELANG

(Stuba Dok: Anggota DPRD Kab. Flotim, Yohanes N.D Paru sedang bersalaman dengan Bapak Sunarno selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang)

Urgensi dari kegiatan Studi Banding yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tenga adalah memperkaya materi Ranperda Inisiatif DPRD tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di Kabupaten Flores Timur.

Anggota tim Studi Banding dari DPRD Kabupaten Flores Timur diantaranya: Yohanes N.D Paru, Ignasius Boli Uran, S.Fil, Ahmad H. Mukhtar, A.Md, Hendrikus Belang Koten, Polikarpus K. Blolon, SH, dan Simon Sadi Open serta pendamping Ir. Agustinus Kleden selaku Kabag Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Flores Timur.

Rombongan Studi Banding berangkat dari Larantuka pada Rabu (12/06/2019) selanjutnya menuju ke Magelang. Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat (14/06/2019) bertempat di Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Magelang.

(Stuba Dok: Tim Studi Banding Anggota DPRD Kab. Flotim sedang berdiskusi dengan Wakil Ketua DPRD Kab. Magelang dan Kadis Pertanian Kabupaten Magelang)

Beberapa kegiatan penting yang dilaksanakan di Kabupaten Magelang yaitu:

  • Melakukan pertemuan dengan pihak DPRD Kabupaten Magelang yang diwakili oleh Bapak Sunarno selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang dan Kadis Pertanian Kabupaten Magelang.
  • Bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Bapak Yohanes N.D Paru selaku (Ketua Tim Pansus) DPRD Kabupaten Flotim memberikan sambutan terkait maksud dan tujuan kedatangan Tim Pansus ke Kabupaten Magelang.
  • Melakukan dialog antara Tim Pansus DPRD Kabupaten Flotim dengan pihak DPRD Kabupaten Magelang bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang.

Hal penting yang diperoleh sebagai gamabaran dan masukan dalam kegiatan tersebut yakni:

  • Kabupaten Magelang telah memiliki Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yakni Perda Nomor 8 Tahun 2017;
  • Program unggulan Pemerintah Kabupaten Magelang adalah Sektor Pertanian, Usaha Kecil dan Menengah serta Pariwisata;
  • Selain itu, ada beberapa terobosan yang telah dilakukan Dinas Pertanian bagi para petani di Kabupaten Magelang. Menurut Kadis Pertanian, langkah-langkah seperti ini dinilai strategis yang dapat dijadikan rujukan serta unsur pemanding guna memperkaya Ranperda terkait yang tengah disusun.

Terobosan pada sektor pertanian itu diantaranya:

  1. Membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes);
  2. Adanya sistem peringatan dampak iklim bagi para petani;
  3. Pemberian Kartu Petani;
  4. Pengembangan benih (padi) baru atau varietas unggulan dengan nilai produksinya di atas 25% dari harga rata-rata, sehingga petani diuntungkan. Jenis beras yang diproduksi berkualitas premium karena hanya menggunakan pupuk organik;
  5. Adanya asuransi gagal panen bagi petani;
  6. Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani dengan bunga yang relatif rendah (0,3%) dan bekerjasama dengan BRI setempat demi memudahkan petani dalam mengakses modal usaha.
  7. Sistem pemasaran untuk komoditas pertanian sebagian besar dilakukan lewat jalur online sehingga mempersingkat sistem tataniaga dan berdampak positif dalam menekan biaya/pengeluaran dari para petani.

Dalam keseluruhan proses Studi Banding yang dilakukan, ada beberapa pokok persoalan yang dipandang esensial. Salah satunya adalah, aktualisasi Perda Kabupaten Magelang tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Hal krusial yang jadi polemik adalah semakin maraknya alih fungsi lahan pada lahan-lahan pertanian yang produktif. Karenanya, persoalan ini menjadi perhatian serius dan prioritas bagi DPRD dan Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti secara komprehensif.

Merujuk pada keseluruhan inti kegiatan yang terlaksana, Tim Pansus memeroleh gambaran yang cukup jelas tentang berbagai terobosan positif pada sektor pertanian, dan memberikan inspirasi untuk lahirnya ide cemerlang sebagai masukan dalam memerkaya materi Ranperda dimaksud.

Esensi dari Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan para Petani adalah bagaimana membuat petani merasa bangga jadi petani dan mau bekerja secara serius sebagai petani karena memberikan penghasilan dan prestise yang setara dengan lapangan pekerjaan lain yang dipandang “lebih baik”.

Rombongan Studi Banding kembali dari Magelang menuju Larantuka pada Sabtu (15/06/2019).**