LAPORAN HASIL STUDI BANDING DI KABUPATEN SRAGEN

(Ketua Bapemperda Flotim, Syafruddin Abbas sedang menerima Perda dari Sekwan Kabupaten Sragen)

Dalam rangka memperkaya Ranperda Inisiatif DPRD tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di Kabupaten Flores Timur, Ketua Bapemperda, Syafruddin Abbas bersama tim Pansus Ranperda, yakni: Januar Yawa Bala, S. Fil., MA, Pius Pedang Melai, SM, Antonius Bulet Rebon, SE, Drs. Martinus Mao Welan, Thomas Sili Taka, A. Ma. Pd, Simeon Saka, dan turut didampingi Kepala Sub Bagian Kajian Hukum dan Prolegda, Sekretariat DPRD Kabupaten Flores Timur, Arham Tokan, S.Kom  melakukan kegiatan Studi Banding ke Kabupaten Sragen, terhitung tanggal 12 Juni 2019-16 Juni 2019.

Rombongan Bapeperda dan tim Pansus berangkat dari Larantuka pada Rabu (12/06/2019) selanjutnya menuju Kabupaten Sragen.

Rombongan kemudian tiba dan diterima oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Sragen dan Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan pada Jumat (14/06/2019).

(Tim Bapemperda Flotim tengah berdiskusi di Ruang Sekretariat DPRD Kabupaten Sragen)

Prospek dari kegiatan studi banding bukan sebatas mengetahui runutan prosedural dan mekanisme soal efektivitas Perda yang ada di Kabupaten Sragen, melainkan lebih urgen daripada itu ialah mendalami sejauh mana sebuah program yang terakumulasi dalam suatu Rancangan Peraturan Daerah bisa relevan dan menjawabi kebutuhan strategis masyarakat.

Karenanya, tim Bapemperda Flotim berinisiatif untuk memilih Kabupaten Sragen sebagai sumber rujukan dari studi banding karena dianggap potensial untuk dikaji nilai-nilai penting terkait bagaimana mengaplikasikan Ranperda inisiatif DPRD Flotim tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Selain berkunjung ke Kantor DPRD Kabupaten Sragen, rombongan dari Flores Timur juga berinisiatif mendatangi salah satu Kelompok Tani yakni, Eko Upoyo yang ada di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Ada beberapa hal penting yang diperoleh saat berkunjung ke Kelompok Tani Eko Upoyo, yakni:

  1. Ada syering dan masukan dari kelompok Eko Upoyo tentang proses Asosiasi  dengan Bank Indonesia yang berdampak positif pada adanya jaminan modal dan pembinaan.
  2. Kelompok Eko Upoyo Desa Tenggak punya program Listrik masuk Desa sehingga sawah terairi sepanjang musim.
  3. Hasil pertanian dijual kepada  PT. Sakti dan harganya bisa dijangkau karena melalui proses tawar-menawar.
  4. Terkait  Asuransi bagi para petani, Kelompok Eko Upoyo bekerjasama dengan PT. Jasindo sebagai jaminan keberlangsungan dan kesejahteraan hidup para petani.

(Rombongan Studi Banding Kab. Flotim tengah berdiskusi santai dengan Kelompok Tani Eko Upoyo)

Tim Bapemperda Kabupaten Flores Timur kembali dari Kabupaten Sragen pada Minggu, (16/06/2019) selanjutnya ke Larantuka.**