Rapat Paripurna XXIII

Konsisten Mengemban Amanat Rakyat

(Setwan Dok: Tampak Pimpinan DPRD tengah memimpin Rapat Pembahasan Anggaran, Selasa, 13 Agustus 2019)

Larantuka, Setwan

Di penghujung masa bakti (periode 2014-2019) pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Flores Timur tak hilang semangat menghadiri agenda-agenda sidang kendatipun masih ada kekurangan soal ketepatan waktu. Hal ini terasa pada momen Rapat Paripurna XXIII sesuai Keputusan DPRD Kabupaten Flores Timur Nomor: DPRD.FLT.188.47/29/2019 tanggal 29 Juli 2019 tentang Perubahan Kelima Keputusan BANMUS DPRD Kabupaten Flores Timur Nomor: BANMUS.DPRD.188.47/4/FLT/2019.

Ada dua agenda utama adalah 1. Tanggapan Bupati Flores Timur terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi; 2. Penyerahan Bahan kepada Gabungan Komisi dan dilanjutkan Rapat Gabungan Komisi.

Bertitik-tolak pada Rapat Paripurna ini maka Pimpinan dan Anggota DPRD selektif memilih jadwal untuk membahas anggaran bersama para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rapat ini berlangsung selama tiga hari sejak hari Jumat 09 Agustus 2019 s/d Sabtu 10 Agustus 2019 dilanjutkan pada hari Selasa (13/08/2019) dengan dinamika sidang yang menyita tenaga dan pikiran.

Kendati demikian, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur konsisten mengemban amanat rakyat. Para wakil rakyat ingin membuktikan keberpihakan mereka guna menyelamatkan aspirasi rakyat baik pada masing-masing daerah pemilihan maupun secara kolektif.

(Setwan Dok: Beberapa Anggota DPRD Kabupaten Flotim sedang mendalami draf anggaran yang diajukan OPD terkait, Selasa. 13/08/2019)

Pimpinan dan anggota OPD terkait begitu semangat menghadiri agenda rapat. Diskusi berjalan alot dan membuka ruang korektif menuju visi-misi yang holistik. Hal ini tampak dalam metodologi diskusi yang dibangun Anggota DPRD Kabupaten Flotim dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Konsistensi sebagaimana diamanatkan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Flotim menarasikan sebuah seruan politis soal esensi politik. Atau meminjam gagasan Filsuf John Rawls bahwa “politik bukan ilusi, imajinasi, dan semburan kata-kata ansich. Politik adalah adu rasionalitas, ide, kalkulasi yang didukung fakta-fakta empiris yang akurat”.

Tepat disinilah para wakil rakyat menyandingkan rasionalitas pada sebuah kebijakan yang didukung dengan fakta yang akurat.

Para wakil rakyat tidak lagi menyoal sudah berapa lama mengabdi tetapi sudah sejauh mana pengabdian mereka membawa rakyat menemukan kesejahteraan sosialnya. Para wakil rakyat bersinergi untuk komit mengambil langkah strategis dalam setiap kebijakan untuk meredam resiko.

Maka benar apa yang ditulis Leo Felice Buscaglia, “Orang yang tidak pernah mengambil resiko adalah orang yang tak punya apa-apa, bukan siapa-siapa dan tak menjadi apa-apa”.

Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur di penghujung masa bakti, memaknai prinsip kolektif kolegial untuk meninggalkan pesan-kesan yang baik agar dikenang orang kebanyakan sebagai pemimpin panutan.

(Setwan Dok: Tampak Para Asisten dan Pimpinan OPD terkait serius mengikuti Rapat Pembahasan Anggaran)

Kenyataan yang diciptakan wakil rakyat ini meninggalkan kesan yang menghipnotis nalar publik. Menyetir ide seorang penulis Perancis “seseorang tidak akan menemukan lautan baru kecuali punya keberanian untuk menembus batas pandang lautan”.

Rapat Pembahasan anggaran yang terjadi pada Selasa 13/08/2019 menghadirkan para Asisten Setda, Pimpinan OPD tingkat Kabupaten Flores Timur. Rapat dimulai sekitar pkl.11.00 Wita dan berjalan lancar dan berproses sesuai waktu yang disepakati menuju finalisasi keputusan.**