Sosialisasi Ranperda: Anggota DPRD Kunjungi Kecamatan se-Flotim

(Foto: Sosialisasi Ranperda di Kecamatan Tanjung Bunga)

Setwanflotim. Dalam rangka sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum dan Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 18 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha, Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur lakukan kunjungan ke Kecamatan se-Kabupaten Flores Timur.

Sosialisasi Ranperda dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 3 Desember – 5 Desember 2019. Sesuai jadwal yang disiapkan Sekretariat DPRD Kabupaten Flores Timur, hari pertama Sosialisasi Ranperda dilaksanakan di kecamatan-kecamatan yang ada di daratan Flores, hari kedua dan ketiga di kecamatan-kecamatan yang ada di pulau Adonara dan Solor. Setiap kecamatan dikunjungi satu sampai dua anggota DPRD Kabupaten Flores Timur.

Kecamatan Tanjung Bunga, merupakan salah satu kecamatan yang melaksanakan Sosialisasi Ranperda pada hari pertama, Selasa (03/12/2019). Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Camat Tanjung Bunga, Drs. Laurensius N. Hewen, didampingi Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Lambertus Nuho Baon, Kepala RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka, dr. Yosep Kopong Daten, perwakilan OPD dari Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Bagian Hukum Setda Kabupaten Flores Timur.

Hadir dalam sosialisasi Ranperda yang digelar di aula Kantor Camat Tanjung Bunga, Kepala Desa se-Kecamatan Tanjung Bunga, serta ketua-ketua BPD se-Kecamatan Tanjung Bunga.

Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, melalui Bagian Hukum Setda dalam pemaparan awal menjelaskan, perubahan atas Perda ini karena ada penambahan beberapa objek yang belum terakomodir di dalam Perda yang lama. Hal ini dikuatkan oleh Kepala RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka, dr. Yosep Kopong Daten tentang penambahan peralatan baru pada RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka tetapi belum memiliki penetapan tarif.

Hal senada disampaikan oleh Kabid Perijinan Usaha dan Sumber daya Perikanan, Apolinardus Demoor tentang penambahan objek di TPI Amagarapati. Objek tersebut antara lain jasa bengkel, jasa tambat, jasa labuh, jasa parkir, serta beberapa objek lain yang akan dioptimalkan sebagai sumber pendapatan.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Lambertus Nuho Baon, menjelaskan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Flores Timur tahun 2020 sebesar 78 miliar. Untuk mencapai target tersebut, perlu ada optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah. Optimalisasi sumber pendapatan penting dilakukan, sebab keinginan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama ini, selalu dihadapkan pada narasi yang sama yaitu lemahnya keuangan daerah. Untuk itu, sosialisasi Ranperda ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, ide, maupun kritik demi penyempurnaan Ranperda yang dimaksud.

Sosisalisi Ranperda dilanjutkan dengan dibukanya ruang diskusi untuk mendalami poin-poin pada Ranperda tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum dan Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 18 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha.

Beberapa poin yang diangkat dalam forum diskusi  ini antara lain: untuk Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan, poin-poin yang diangkat terkait jasa sewa traktor, pelayanan kesehatan hewan, dan anjloknya harga mente. Dinas Perikananan dan Kelautan: bantuan kapal ikan tetapi tanpa perlengkapan alat tangkap, pembentukan kelompok pengawas sumber daya laut, ijin untuk bagan, dan retribusi untuk pengepul atau pengusaha kecil dalam pemasaran hasil laut di dalam daerah maupun ke luar daerah.

Aspirasi yang disampaikan kepada RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka antara lain: retribusi penggunaan alat kesehatan,  jasa parkir RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka, tarif ambulance, serta kelangkaan obat pada RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka.

Menyikapi aspirasi peserta sosialisasi Ranperda, Kepala RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka, dr. Yosep Kopong Daten, menjelaskan, retribusi penggunaan alat bergantung pada tingkat emergency, sementara tarif ambulance untuk pasien umum dikenai tarif sesuai Perda yang berlaku, dan tanpa bayaran untuk peserta KIS. Masyarakat dihimbau untuk menyiapkan segala perlengkapan administrasi kesehatan agar tidak dikenai biaya tambahan.

Terkait kelangkaan obat, dr. Yosep Kopong Daten menjelaskan, kelangkaan obat pada RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka, disebabkan karena  sistem pengadaan obat merujuk pada Perpres dimana pihak Rumah Sakit tidak diijinkan untuk membeli obat secara langsung. Pengadaan obat harus melalui pihak ketiga, dan bekerjasama dengan distributor obat nasional. Untuk itu pihak RSUD Fransiskus Fernandez-Larantuka terus berupaya mencari solusi agar responsif menjawab kebutuhan obat oleh masyarakat namun tetap taat asas.

Menanggapi aspirasi tentang perikanan dan kelautan, Kabid Perijinan Usaha dan Sumber daya Perikanan, Apolinardus Demoor menjelaskan, bantuan kapal untuk masyarakat tahun 2018/2019 memang tidak dilengkapi alat tangkap. Terkait kelompok pengawas sumber daya laut, kelompok ini sudah dibentuk pada beberapa desa dan diakomodir untuk menjaga potensi laut. Tentang retribusi bagan, umumnya ditiadakan karena bagan milik masyarakat kebanyakan berada pada kategori perairan dangkal.

Menjawab pertanyaan tentang retribusi untuk pengepul atau pengusaha kecil dalam pemasaran hasil laut di dalam daerah maupun ke luar daerah, Apolinardus Demoor menyebutkan, pemasaran ikan oleh pengusaha besar harus dilakukan melalui prosedur dan dilengkapi dokumen. Ada pos-pos pengawasan yaitu pos TPI, pos Boru, dan pos Deri, yang tugasnya mencegah daerah kehilangan sumber pendapatan.

Sosialisasi Ranperda ditutup dengan himbauan dari Camat Tanjung Bunga, Drs. Laurensius N. Hewen dan DPRD Kabupaten Flores Timur, Lambertus Nuho Baon, agar masyarakat Tanjung Bunga makin giat mengembangkan potensi laut sebab sebagian besar desa yang berada di Kecamatan Tanjung Bunga merupakan desa pesisir. Sosialisasi Ranperda ditutup pukul 13.30 WITA.